05 Juli 2012

Alasan Bahasa Inggris menjadi Bahasa Internasional

Bahasa merupakan sebuah prasarana yang paling penting dalam berkomunikasi. Seperti yang kita ketahui Bahasa Inggris merupakan bahasa pengantar yang digunakan untuk berkomunikasi secara internasional. Muncul pertanyaan: Mengapa harus Bahasa Inggris? Mengapa bukan Bahasa Indonesia? Ternyata bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi secara internasional itu didasarkan pada perkembangan jumlah kosa kata yang ada dalam bahasa tersebut. Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa Internasional. Bahasa Inggris merupakan bahasa tertua yang ada di dunia dan berasal dari dataran Britania yaitu sekitar abad ke-8. Selain itu Bahasa Inggris juga merupakan bahasa tertua yang ada di dunia. Bahasa Inggris mempunyai perkembangan kosa kata yang sangat pesat menurut tim riset gabungan peneliti Harvard University. Google mencatat penambahan kosa kata bahasa tertua di dunia itu mencapai 8.500 kata pertahun. Kini jumlah total telah mencapai 1.022.000 kata. Itu merupakan jumlah kosakata yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan bahasa di negara kita. Menurut Pusat Bahasa Kemendikbud yang baru- baru ini telah menerbitkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) edisi ke empat, jumlah kosa kata yang terdapat di dalamnya hanya berkisar 91.000 kosa kata. Kamus edisi ke empat ini merupakan pengembangan dari edisi sebelumnya yang hanya mencakup 82.000 kosa kata. Memang perkembangan jumlah kosa kata inilah yang menjadi patokan layak atau tidaknya sebuah bahasa dianggap sebagai bahasa internasional. Namun jangan khawatir, walaupun bahasa persatuan kita belum sepenuhnya menjadi bahasa internasional, belakangan ini telah muncul di kalangan negara negara ASEAN untuk mencanangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN. Hal ini telah diungkapkan pada saat KTT ASEAN di Bali beberapa bulan kemarin. Pemilihan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN ini disebabkan Bahasa Indonesia mempunyai kekayaan kosa kata yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Selain itu semangat kita untuk mencintai dan mengembangkan Bahasa indonesia harus tetap membara. Seperti yang pernah dicontohkan Presiden Soeharto yang kemanapun beliau berada di forum internasional pasti selalu menggunakan Bahasa Indonesia. Semangat itulah yang seharusnya kita tiru untuk mencintai Bahasa Indonesia. Versi Sunting Sumber: Vivaforum-Teknologi dan Edukasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar